Apa itu Permintaan dan Penawaran

Halo sobat ketemu lagi dengan saya, kali ini saya akan membahasa mengenai apa itu permintan dan apa itu penawaran, kedua-duanya ini memiliki hubungan yang ndak bisa di pisahkan, kenapa ? karena setiap kali ada permintaan suatu barang pasti akan di barengi dengan penawaran barang tersebut, jadi permintaan dan penawaran merupakan suatu komponen yang tidak bisa di pisahkan. Oh ya sobat langsung saja kita bahas mengenai pengertian permintaan, pengertian penawaran, hukum permintaan, hukum penawaran , faktor-faktor yang mempengaruhi perminaan dan penawaran, supaya kita jauh lebih paham lagi.

  A.  Permintaan

Permintaan dan Penawaran

Pengertian Permintaan dan Jumlah barang yang diminta.

Permintaan didefinisikan sebagai berbagai kombinasi harga dan Jumlah barang yang ingin dan dapat dibeli oleh individu pada Waktu tertentu.

Jumlah barang yang diminta didefinisikan sebagai jumlah barang yang ingin dan dapat dibeli pada harga tertentu.

Hukum Permintaan
berbunyi: semakin tinggi harga suatu barang maka semakin sedikit barang yang diminta atau semakin rendah  harga suatu barang maka semakin banyak barang yang diminta.”
 
Faktor Faktor yang mempengaruhi Permintaan
       Harga barang itu sendiri
       Selera
       Pendapatan
       Jumlah penduduk
       Harapan atau ekspektasi
       Harga barang lain yang berhubungan

  B. Penawaran

Penawaran adalah sejumlah barang dan jasa yang disediakan untuk dijual pada berbagai tingkat harga pada waktu dan tempat tertentu.
Jumlahnya penawaran sebagai akibat adanya permintaan dan sebaliknya, sehingga antara penawaran dan permintaan tidak dapat dipisahkan.

Hukum Penawaran
Apabila harga naik, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan meningkat/bertambah,
Jika harga barang/jasa turun, maka jumlah barang/jasa yang ditawarkan berkurang/turun.

Hukum penawaran berbanding lurus dengan harga barang. Hukum ini juga tidak berlaku mutlak (cateris paribus).

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Jumlah yang Ditawarkan
a.   Biaya produksi (input)
Tinggi/rendahnya biaya produksi akan mempengaruhi harga jual yang pada akhirnya akan mempengaruhi jumlah yang ditawarkan.
b. Teknologi
Maju/mundurnya atau canggih tidaknya teknologi akan mempengaruhi jumlah penawaran. Makin canggih teknologi, produktifitas semakin besar, harga menjadi murah, jumlah yang ditawarkan meningkat dan sebaliknya.
c. Kebutuhan akan uang tunai
Mendesak atau tidaknya kebutuhan uang tunai bagi perusahaan akan berpengaruh kepada harga jual yang akhirnya berpengaruh pada jumlah penawaran barang/jasa.
d. Harapan keuntungan
Tingkat keuntungan produsen, besar kecilnya laba akan menentukan harga jual. Keuntungan yang besar akan diperoleh jika harga barang murah, sehingga jumlah penawaran meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan.
e. Harapan harga masa yang akan datang
Bagi produsen yang mampu menahan barang untuk dijual pada saat harga dianggap lebih menguntungkan, produsen akan menahan barang, sehingga mempengaruhi jumlah penawaran.

Sampai sini dulu sobat semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu kita semua.

Apa itu Kelangkaan ? Arti dari Kelangkaan dan Faktor-faktor penyebab Kelangkaan

A. Pengertian Kelangkaan

kelangkaan melanda
Kelangkaan
Sebelum kita  mengenal jauh tentang kelangkaan, terlebih dahulu kita harus tau apa itu yang dinamakan dengan kelangkaan, kalian pasti sudah sering dengar dengan kata-kata langka di lingkungan sekitar kalian, akan tetapi secara ilmu arti dari kelangkaan itu sendiri mungkin masih banyak yang belum tahu, sehingga sering kita mendengar kata kelangkaan tapi belum tahu arti sesungguhnya. apa itu kelangkaan, apakah yang dinamakan kelangkaan, apa penyebab kelangkaan, faktor faktor apa saja penyebab kelangkaan, mungkin itu pertanyaan yang sering sekali kita dengar di sekitar kalian.
oke kawan mari kita kupas tuntas mengenai pengertian dari kelangkaan, arti dari kelangkaan serta penyebab atau faktor-faktor dari kelangkaan.

Pengertian Kelangkaan (scarcity) dapat diartikan sebagai kesenjangan antara sumber daya ekonomi yang terbatas dengan jumlah kebutuhan hidup tidak terbatas. Kelangkaan timbul karena kebutuhan manusia terus bertambah. Akibatnya, sumber daya yang ada tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Keadaan ini mendorong manusia untuk melakukan pilihan di antara berbagai akternatif yang paling menguntungkan.

Menurut ilmu ekonomi, kelangkaan mempunyai dua makna, yaitu: 
a. Terbatas, dalam arti tidak cukup dibandingkan dengan banyaknya kebutuhan manusia.
b. Terbatas, dalam arti manusia harus melakukan pengorbanan dalam memperolehnya.

B. Faktor-Faktor Penyebab Kelangkaan

Masalah kelangkaan timbul disebabkan faktor-faktor sebagai berikut.

a.    Keterbatasan Sumber Daya

Lingkungan alam menyediakan sumber daya melimpah bagi pemenuhan kebutuhan manusia. Sumber daya alam dapat dikelompokan menjadi sumber daya yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui. Akan tetapi, jumlah sumber daya akan semakin berkutang akibat sifat manusia yang serakah.

b.    Perbedaan Letak Geografis

Letak geografis yang berbeda-beda menyebabkan persebaran sumber daya menjadi tidak merata. Ada wilayah yang tanahnya subur dan kaya barang tambang. Ada pula wilayah yang tandus dan kekurangan air bersih. Perbedaan letak geografis tersebut dapat menimbulkan kelangkaan sumber daya.

c.    Ketidakseimbangan Pertumbuhan Penduduk

Menurut Thomas Robert Malthus, pakar demografi dan ekonomi politik dari Inggris, laju pertambahan penduduk lebih cepat daripada laju pertumbuhan produksi. Pertambahan jumlah penduduk yang cepat tidak diikuti dengan hasil produksi. Akibatnya, hasil produksi tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia yang beragam.

d.    Rendahnya Kemampuan Produksi

Ketersediaan alat pemenuhan kebutuhan dapat terpenuhi jika terdapat orang atau badan yang melakukan produksi. Kemampuan produksi berpengaruh terhadap ketersediaan barang dan jasa sebagai alat pemenuhan kebutuhan. Kemampuan produksi yang terbatas akan mengakibatkan rendahnya kapasitas produksi. Hal ini dapat menimpulkan ketidakterpenuhinya kebutuhan manusia. Keterbatasan produksi disebabkan oleh rendahnya kemampuan sumber daya manusia yang digunakan dalam proses produksi.

e.    Lambatnya Perkembangan Teknologi

Teknologi yang digunakan produsen dalam proses produksi tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk. Produsen butuh waktu untuk menerapkan teknologi produksi yang baru, sementara kebutuhan hidup manusia terus berkembang. Lambatnya perkembangan dan penerapan teknologi menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan manusia.

f.     Terjadinya Bencana Alam

Bencana alam adalah faktor alam yang bisa memengaruhi pemenuhan kebutuhan hidup. Adanya bencana alam bisa menimbulkan kerusakan lingkungan sehingga berpengaruh terhadap kelangsungan hidup manusia. Contohnya bencana banjir bisa menghambat distribusi barang dan jasa. Keterlembatan ini akan menyebabkan masyarakat tidak bisa segera mengonsumsi barang dan jasa.



Sampai disini dulu sobat semoga bermanfaat dan apabila ada pertanyaan monggo silahkan komen....

 

 

 

Pengertian Inflasi Serta dampaknya terhadap Perekonomian Indonesia

             Hai sobat bagaimana kabarnya sehat kan...? selalu bersyukur pastinya. Kali ini admin ingin berbagi informasi mengenai Inflasi, kira-kira ada yang sudah tau apa belum arti inflasi...? kalo belum admin kasih tau. hehe. oke langsung saja admin akan mengulas sedikit mengenai apa itu inflasi, apa saja penyebab inflasi, dampak-dampak terjadinya inflasi dan juga mengenai kebijakan-kebijakan atau cara ampuh untuk mengatasi inflasi (versi pemerintah bukan versinya admin lo sobat..hehe). Selain itu admin juga bakal mengulas mengenai Deflasi lo sobat, tau nggak Deflasi itu apa..? maka dari itu jangan buru-buru pindah chanel dulu yah, simak ulasan mengenai Inflasi dan Deflasi dibawah ini monggo sobat semoga bermanfaat.

A.    Pengertian Inflasi

Inflasi merupakan suatu keadaan dimana harga suatu barang naik secara terus menerus, atau terjadinya penurunan nilai mata uang di dalam negeri. Inflasi sendiri memiliki dampak positif dan dampak negatif diantanya sebagai berikut :
1.      Dampak Positif Inflasi
a.       Peredaran / perputaran barang lebih cepat.
b.      Produksi barang-barang bertambah, karena keuntungan pengusaha bertambah.
c.       Kesempatan kerja bertambah, karena terjadi tambahan investasi.
d.      Pendapatan nominal bertambah, tetapi riil berkurang, karena kenaikan pendapatan kecil.
2.      Dampak Negatif Inflasi
a.       Harga barang-barang dan jasa naik.
b.      Nilai dan kepercayaan terhadap uang akan turun atau berkurang.
c.       Menimbulkan tindakan spekulasi.
d.      Banyak proyek pembangunan macet atau terlantar.
e.       Kesadaran menabung masyarakat berkurang.

B.     Cara Mengatasi Inflasi

                 Nah sobat, di atas sudah dijelaskan apa itu inflasi dan dampak positif negatifnya kan. sekarang kita masuk ke Bagaimana cara mengatasi inflasi, mungkin dari sobat-sobat sudah ada pandangan mengenai cara mengatasi inflasi, kalau belum ayook kita lanjutkan bacanya. Usaha dalam mengatasi terjadinya inflasi harus dimulai dari penyebab terjadinya inflasi terlebih dahulu supaya dapat dicari jalan keluarnya. Nah, secara teoritis untuk mengatasi inflasi relatif mudah, yaitu dengan cara mengatasi pokok pangkalnya, yaitu mengurangi jumlah uang yang beredar.

dampak inflasi
Inflation
Berikut ini kebijakan yang diharapkan dapat mengatasi inflasi:
1.    Kebijakan Moneter
                           Merupakan segala kebijakan pemerintah di bidang moneter dengan tujuan menjaga kestabilan moneter untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kebijakan ini meliputi diantaranya :
a.     Politik diskonto, dengan mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menaikan suku bunga bank, hal ini diharapkan permintaan kredit akan berkurang.
b.    Operasi pasar terbuka, mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menjual SBI.
c.   Menaikan cadangan kas, sehingga uang yang diedarkan oleh bank umum menjadi berkurang.
d.  Kredit selektif, politik bank sentral untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara memperketat pemberian kredit.
e.   Politik sanering,yaitu pemotongan daya beli masyarakat dengan memotong nilai uang yang ada.
2.  Kebijakan Fiskal
                   Merupakan yaitu suatu kebijakan pemerintah dengan mengarahkan perekonomian negara melalui pendapatan atau pengeluaran yang diperoleh dari pajak. Kebijakan fiskal sendiri meliputi :
a.     Menaikkan tarif pajak, dengan tujuan masyarakat dapat menyetor uang lebih banyak kepada pemerintah sebagai bukti pembayaran pajak.
b.     Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah.
c. Mengadakan pinjaman pemerintah, misalnya pemerintah memotong gaji pegawai negeri 10% untuk ditabung, ini terjadi pada masa orde lama.
3.    Kebijakan Non Moneter 
     Merupakan suatu kebijakan pemerintah dengan menaikkan produksi, peningkatan upah buruh dan pengawasan harga. Kebijakan ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a.   Menaikan hasil produksi, Pemerintah memberikan subsidi kepada industri untuk lebih  produktif dan menghasilkan output yang lebih banyak, sehingga harga akan menjadi turun.
b.   Pengawasan harga, kebijakan pemerintah dengan menentukan harga maksimum bagi barang- barang tertentu.

Sampai sini dulu ya sobat, semoga bermanfaat dan kalo ada pertanyaan monggo langsung komen yaa.....

 

 

 

 

 






Cara Mencatat Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang

 A. Pengertian Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian
Hampir semua perusahaan membuat laporan keuangan, entah itu yang belum go Internasional ataupun yang sudah. Laporan keuangan dibuat untuk mengetahui perkembangan perusahaan tersebut dan juga digunakan untuk pengambilan keputusan bagi manajer perusahaan. Jurnal penyesuaian merupakan salah satu komponen yang ada pada laporan keuangan,  menurut saya jurnal penyesuaian merupakan salah satu langkah dalam pencatatan laporan keuangan. Langkah  ini sangat berperan penting dalam membuat laporan keuangan. Mengapa, karean pada setiap siklus transaksi atau siklus laporan keuangan sangat dibutuhkan dengan yang namanya penyesuaian, penyesuaian yang dimaksud ini adalah menyesuaikan transaksi yang terjadi agar dapat menyajikan laporan keuangan yang nyata sesuai dengan transaksi yang ada.
Jurnal penyesuaian adalah pencatatan akuntansi yang dibuat pada akhir periode dalam rangka penyusunan laporan keuangan. Pencatatan jurnal penyesuaian ini dimaksudkan agar laporan keuangan menyajikan informasi yang senyatanya terjadi. 


B. Langkah-Langkah Pencatatan Jurnal Penyesuaian

Pencatatan jurnal penyesuaian dilakukan di buku jurnal umum (general journal). Selanjutnya, hasil pencatatan jurnal penyesuaian dituliskan di kolom Jurnal Penyesuaian yang tersedia di neraca lajur. Cara mencatat jurnal penyesuaian sendiri melalui beberapa langkah, berikut ini langkah-langkah pencatatan jurnal penyesuaian diantaranya :
1.      Buatlah jurnal umum untuk pencatatan jurnal penyesuaian.
2. Perhatikan akun-akun dan traksaksi yang sekiranya memperlukan penyesuaian kedalam jurnal penyesuaian.
3.  Analisis setiap transaksi yang terjadi, buat catatan kecil untuk mencatat akun yang perlu disesuaikan.
4.  Buatlah jurnal penyesuaian untuk masing-masing transaksi di buku jurnal umum.
5.      Identifikasi akun atau transaksi-transaksi yang terdapat kesalahan.
6.      Buatlah jurnal penyesuaian untuk mengoreksi akun-akun atau transaksi yang salah.
7.     Cek apakah nama-nama akun yang ada di jurnal penyesuaian sudah ada di neraca lajur. Jika belum ada, buatlah nama akun baru yang sesuai dengan di jurnal penyesuaian.
8.   Hitunglah total nilai yang terjadi kesalahan antara sisi debet dan sisi kredit. Jumlah nilai yang telah dicocokan dari sisi debet dan sisi kredit harus sama.
9.      Begitu seterusnya sampai pada penyesuaian terakhir.


 C. Be
rikut Ini Contoh Transaksi-transaksi Yang Membutuhkan Jurnal


contoh soal
Dibawah ini merupakan contoh-contoh transaksi yang membutuhkan penyesuaian yang akan di masukkan kedalam jurnal penyesuaian yang digunakan sebagai pengkoreksian akun-akun atau transaksi yang salah.
Penyesuaian di PT. Melati pada 31 Desember 2016.

1.  Penghitungan fisik alat tulis kantor di gudang menunjukkan Rp2.000.000 (pembelian supplies selama 1 periode adalah Rp3.000.000 sebagaimana tercantum di saldo akun Supplies di neraca saldo).
2.  Biaya iklan untuk bulan Desember Rp750.000 belum dibayar hingga akhir periode 2016.
3.  Biaya sewa kendaraan A ditetapkan sebesar Rp4.000.000. Transaksi sewa kendaraan A ini terjadi tanggal 1 Desember 2007 dimana perusahaan membayar dimuka biaya sewa kendaraan A Rp12.000.000 untuk 3 bulan yang dicatat di akun Sewa kendaraan dibayar dimuka.
4.      Penyusutan peralatan kantor ditetapkan Rp1.000.000
5. Pendapatan sewa gudang periode 2007 ditetapkan Rp2.000.000. Transaksi sewa gudang ini terjadi tanggal 1 Juli 2007 dimana perusahaan menerima pembayaran dimuka Rp4.000.000 untuk satu tahun (1 Juli ’16 s/d 30 Juni ’17) yang dicatat di akun Sewa gudang diterima dimuka


Penyelesaian
Berdasarkan transaksi di atas maka jurnal penyesuaiannya adalah sebaga berikut :
1.      Biaya Supplies                                                 Rp. 1.000.000
Supplies                                                                Rp. 1.000.000
                        (pengakuan biaya supplies)
2.      Biaya Iklan                                                      Rp. 750.000
Utang Biaya Iklan                                                 Rp. 750.000
                        (Iklan yang belum dibayar)
3.      Biaya sewa kendaraan                                     Rp. 4.000.000
Sewa kendaraan dibayar dimuka                           Rp. 4.000.000
                        (biaya sewa kendaraan)
4.      Biaya penyusutan peralatan kantor                 Rp. 1.000.000
Akumulasi penyusutan peralatan kantor                Rp. 1.000.000
(Alokasi penyusutan)
5.      Sewa gudang diterima dimuka                       Rp. 2.000.000
Pendapatan sewa gudang                                        Rp. 2.000.000
                        (pendapatan sewa gedung)

Sampai sini dulu ya sobat, semoga bermanfaat dan kalo ada pertanyaan monggo langsung komen yaa.....

Jangan lupa baca juga...